Foto: Tim Mabes TNI dan Kodim 1204 Sanggau Sosialisasi Karhutla di Kapuas, Bahas Prosedur Water Bombing
Kegiatan ini dihadiri Danramil Kapuas, perwakilan BPBD Kabupaten Sanggau, dan seluruh Babinsa se-wilayah Kapuas. Forum tersebut menjadi ruang menyamakan langkah aparat kewilayahan dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama saat musim pembukaan dan pengelolaan lahan warga.
Tekankan Aturan Teknis dan Prosedur Water Bombing. Dalam arahannya, Tim Mabes TNI menekankan *kepatuhan terhadap aturan teknis pembukaan lahan dan pengaturan waktu berladang*. Berdasarkan pantauan, masyarakat saat ini sudah memasuki tahapan penanaman dan aktivitas pembakaran masih dalam kondisi terkendali.
Selain pencegahan, tim juga memberikan pemahaman terkait *mekanisme dukungan pemadaman dari udara*. Jika terjadi Karhutla skala besar, permintaan *water bombing* diajukan melalui jalur *Koramil → Kodim → Kodam → Lanud*, dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, termasuk sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat.
“*Penanganan Karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Tapi tentang pencegahan, kesiapsiagaan, kepatuhan aturan, komunikasi, dan sinergi lintas sektor*,” tegas Tim Mabes TNI Brigjend Eri
Turun Langsung ke Masyarakat.
Usai kegiatan di Koramil, Tim melanjutkan *Komunikasi Sosial (Komsos)* ke Kelurahan Bunut dan Dusun Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas.
Interaksi langsung ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, mendengar keluhan warga, sekaligus membangun kesadaran bersama agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Harapan Sanggau Bebas Asap
Melalui penguatan koordinasi hingga tingkat desa, *Tim Mabes TNI - Kodim 1204 Sanggau* berharap potensi Karhutla di wilayah Sanggau dapat ditekan dan lingkungan tetap terjaga.
Dari Kapuas Sanggau, langkah pencegahan terus diperkuat. Bersama, cegah api sebelum menjadi bencana.(Cep)