Perwakilan PKS Bilang : Ada Tiga Kendala Utama Pembatasan Pembelian TBS Saat Ini
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKP3) kabupaten Sekadau melalui bidang perkebunan secara rutin melakukan verifikasi usulan indek proporsi "K" terhadap 9 Pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlangsung di aula pertemuan kantor DKP3 kabupaten Sekadau Jumat (11/9) 2026.
Kabid Perkebunan Ifan Nurpatria dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat verifikasi kita hari ini akan membahas usulan indek proporsi "K" dari sejumlah PkS yang ada di kabupaten Sekadau untuk selanjutnya di teruskan ke Dinas Perkebunan provinsi untuk menetapkan harga TBS periode kedua bulan September 2026 kata Ifan,
Ifan menambahkan dengan situasi kemarau yang masih berkepanjangan saat ini kami mohon impormasi terkait situasi kemapuan pengolahan di masing-masing PKS kata Ifan, baik secara lisan maupun tertulis.
Antonius Perwakilan dari PKS PT.Grand Utama Mandiri (GUM) dalam paparannya menjelaskan, untuk indek Proporsi "K" masih mengalami kenaikan karena nilai jual CPO menang masih tinggi kata Anton.namun situasi di lapangan berbeda karena beberapa kendala terutama kendala angkutan CPO karena kemarau yang masih dan membuat biaya angkutan CPO mahal ungkap Anton.
Anton menambahkan, sejak tanggal 3 September lalu kita sudah tidak menerima buah/TBS petani non mitra.
Dengan situasi ini, manangement kami kata Anton sedang mempertimbangkan untuk mencari pabrik lain yang bisa menampung TBS inti.
Saat ini perusahaan mengalami tiga kendala utama yaitu ;
1. Kendaraan angkut CPO ke pelabuhan sangat minim, 2. Tengki timbun CPO penuh, dan 3. Biaya angkut mahal.
Estimasi saat ini jika tidak ada pengangkatan CPO maka kemampuan daya tampung tengki timbun hanya tinggal untuk 6-7 hari kedepan kata Anton.
Berikut Daftar pabrik yang sudah tutup operasi mulai hari ini 10 September 2026.
1.. PHS tengki timbun penuh.
2. APL tengki timbun penuh
3. MJP tidak ada air untuk untuk pengolah.
Sedangkan yang melakukan pembatasan penerimaan TBS
1. PT.TBSM saat ini sampai 10 hari kedepan masih menerima TBS petani di wilayah sekitar kebun. Sedangkan untuk TBS eksternal sudah di tutup mulai 24/8/2026 lalu.
2. PT. Parna Aagromas saat ini telah melakukan pembatasan dengan hanya menerima TBS inti dan 2 koprasi yang sudah bermitra.
3. PT. Grand Utama Mandiri hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota 150 ton/hari dan untuk pihak ke tiga untuk sementara off.
4. PT. KSP Agro saat ini hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota maksimal 150 ton/hari
5. PT. Agro Andalan hanya menerima TBS inti dan kelompok tani/koperasi yang sudah bermitra.
6. PT.SML atau Gunas group sudah melakukan pembatasan dengan tidak menerima TBS eksternal dan hanya membeli TBS dari petani di wilayah desa setempat dengan kuota maksimal 400 ton/hari.
Sebagai impormasi jika situasi cuaca sudah normal pembelian TBS petani akan diberlakukan secara normal. (dar/*)