Sekadau,Kapuasryatoday.com . Maraknya tudingan melalui media sosial (medsos) terkait dugaan pencemaran limbah Pabrik kelapa sawit Milik PT. Makmur Prima Lestari (PT.MPL) belum tentu kebenarannya, karena hasil pengecekan lapangan oleh tim Humas bahwa sumber air keruh berwarna kecoklatan bukan dari intag pembuangan Pabrik PT MPL di Sungai Gonis, tetapi air keruh tersebut keluar dari muara Sungai Semaja.
"Awalnya tanggal 13 Juli 2026 dapat telepon dari Pak Kades bahwa ada laporan dari warga yang menemukan ikan di sungai mati karena limbah perusahaan. Mendapat laporan tersebut kemudian Kita cek lapangan, sejauh 350 meter dari integ pipa kita ditelusuri ke hilir tidak ada tanda-tanda air keruh. Namun setelah 350 meter ada muara sungai Semaja yang mengalir dan banyak ditemukan ikan mati dimuara tersebut, dan dari sungai itu terdapat air warna keruh yang terlihat mengalir," kata Nainggolan Parhusip kepada media ını, Sabtu (5/9) 2026 di salah satu Warkop pasar baru Sekadau.
Jadi, bisa dipastikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9".tutur Nainggolan.
Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding dan seperti agak memaksa, seolah-olah pihak PT. MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari limbah PT.MPL..
Kami dari pihak PT. MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut.
"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya (dar/*).
