Sekadau,Kapuasrayatoday.com - Muhammad Ardiyansyah salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan tegas mengatakan, bahwa kegiatan keagamaan yang sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus tetap dijalankan. Terlebih lagi. orang-orangnya sudah ditunjuk dari tokoh masyarakat yang akan berangkat sudah mengurus segala administrasi seperti Paspor serta administrasi lainnya.
“Bagaimana mau dibatalkan, kalau dibatalkan artinya para tokoh masyarakat menganggap pemerintah Daerah berbohong,” katanya kepada media ini Senin (21/09/2025) melalui telpon selulernya.
Menurut dia, pembinaan bidang keagamaan harus terus dilakukan oleh pemerintah, karena pembinaan keagamaan merupakan salah satu visi dan misi Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau pimpinan Aron-Subandrio. Jika tidak dilaksanakan berarti Pemerintah Daerah tidak menjalankan visi dan misi secara baik kata Dian.
“Sebagai wakil rakyat Fraksi Nasdem sangat mendukung upaya tersebut,” tegasnya.
Seandainya kedepannya jika ada pengurangan anggaran perlu ada pembahasan yang cukup teliti, karena pembinaan keagamaan merupakan salah satu cara membangun akhlak manusia.
“Jika akhlak tidak dibangun, maka kehidupan sosial juga akan terganggu. Artinya, semua aspek harus dibangun,” katanya.
Sementara itu Ari Kurniawan Wiro salah satu anggota fraksi PDI-P melalui pesan Whatsap nya kepada media ini menuliskan, bahwa kami minta agar APBD di sisir.
Sebab, APBD kabupaten sekadau defisit. "Sehingga PDI-P bersama seluruh fraksi DPRD minta agar APBD disisir dulu untuk menutupi defisit anggaran yang terjadi," tulisnya.
Sementara itu melalui telpon selulernya Bambang Setiawan yang juga anggota fraksi PDI-P kepada media ini mengatakan, bahwa perjalanan rohani ke Eropa sebaiknya jangan dulu, sedangkan Israel lagi belum aman, karena menurut dia situs-situs peninggalan keagamaan Kristen ada di sana, bahkan Rasul-Rasul semua dari sana.
“Bahkan tidak ada Rasul dari Eropa, kenapa harus tur rohani ke sana,” katanya.
Ia juga membantah bahwa ingin mengalihkan anggaran hibah untuk dialihkan ke Aspirasi Dewan. “Kami tidak punya keinginan untuk mengalihkan anggaran hibah untuk keagamaan menjadi dana aspirasi,” cetusnya (dar/*)
