Sekadau,Kapuasrayatoday.com -
Sebanyak 511 E-STDB yang tersebar di 5 desa yaitu Desa Senangak, Nanga Engkulun, Nanga Koman, Nanga. Mongko, dan desa Lubuk Tajau di serahkan kepada kepala desa secara simbolis oleh bupati Sekadau Aron S.H di aula kantor Camat Nanga Taman pada Rabu (30/9) 2026.
Muhammad Munawir
Commodities and Green Financing Coordinator WWF Indonesia Arabela Landscape area kabupaten Sekadau
menyampaikan, capaian 511 E-STDB ıni merupakan bentuk bantuan nyata Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra pembangunan untuk mencapai target pencapaian E-STDB dinas DKP3 di kabupaten Sekadau.
Plt kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DKP3) kabupaten Sekadau Drs.Sabdae M.si mengatakan berdasarkan data statistik perkebunan tercatat jumlah petani swadaya (mandiri dan Plasma)untuk komoditas sawit berjumlah 52.127 hektare.
Untuk melakukan pendataan dan penataan di kabupaten Sekadau, peran kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Yayasan WWF Indonesia sebagai salah satu mitra strategis pembangunan telah melakukan pemetaan dan pendataan pekebun swadaya di lima desa masing - masing di desa lubuk Tajau sebanyak 58 E-STDB, desa Lubuk Tajau 145 E-STDB, desa Nanga Engkulun 150 E-STDB, desa Nanga Mongko 89 E-STDB, dan desa Senangak sebanyak 68 E-STDB kata Sandae.
Meski tidak seluruh lahan petani dapat di terbitkan E-STDB karena beberapa ketentuan yang harus di penuhi terutama bebas kawasan dan HGU perusahaan. Oleh karena itu pemerintah berkomitmen akan terus melakukan kegiatan pendataan berkolaborasi dengan mitra strategis pembangunan yang memiliki perhatian dengan pembangunan di kabupaten Sekadau ungkap Sandae
Robertus Robby camat Nanga Taman dalam sambutannya mengatakan E-STDB merupakan hal yang sangat penting bagi pekebun sawit swadaya. Dengan adanya E- STDB kebun menjadi jelas karena mencakup nama pemilik, asal bibit, dan lokasi kebun kata Roby. Namun dalam pelaksanaan di lapangan masih mengalami kendala terkait bersinggungan dengan kawasan hutan dan HGU perusahaan sehingga e-STDB tidak bisa di terbitkan kata camat.
Di tempat yang sama bupati Sekadau Aron S.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke 7 secara luas lahan, dan peringkat ke 5 penghasil CPO terbesar di Kalbar
Berkat kelapa sawit pertumbuhan ekonomi kabupaten Sekadau pernah tumbuh di atas pemprov Kalbar, itu semua karena petani sawit ungkap Aron.
Aron mengatakan E-STDB menjadi sangat penting karena selain memuat identitas kebun juga memuat identitas pemilik kebun kata Aron.
Aron juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada yayasan WWF Indonesia yang telah membantu pemerintah daerah dalam melakukan pendataan pekebun sawit swadaya.
Komitmen pemerintah daerah pada sawit berkelanjutan kabupaten Sekadau di apresiasi banyak pihak dan sebagai bupati saya sering di undang di berbagai acara tingkat nasional sebagai narasumber ujar Aron.
Terkait Karhutla lanjut Aron, di kabupaten Sekadau masih terkendali
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kadis DKP3 Drs.Sabdae, M.Si, Kadis Pemdes Sabas S.IP, Kadis Sosial dan perlindungan Perempuan Martinus Ridi S.KM M.AP., Kasat Pol PP Paulus Ugang, Camat Nanga Taman Robertus Robby, Perwakilan dari Danramil Nanga Taman, Perwakilan dar Polsek Nangan Taman, kepala Desa dan sejumlah undangan lainnya.(dar/*)

