-->
    |

Rumah 443 KK Terendam Banjir, Warga Desa Pasir Gunakan Sampan

 Banjir di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, karena kiriman dari perhuluan. Warga menggunakan sampan sebagai sarana transportasi menuju jalan poros desa. (foto: Suarakalbar.co.id)
Mempawah, Kapuasrayatoday.com -Dua dusun di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, terendam banjir sejak Selasa (26/05/2020). Hingga hari ini, tercatat 443 kepala keluarga kesulitan untuk keluar rumah karena air makin meninggi.

Kepala Desa Pasir, Abdul Hamid, kepada para wartawan mengatakan, kawasan yang terendam banjir tersebut adalah Dusun Sebukit Rama yang terdiri atas 353 kepala keluarga, dan Dusun Suap 190 kepala keluarga.

“Sampai siang ini, saya bersama aparat desa terus memantau. Warga agak kesulitan keluar rumah, jadi ada warga menggunakan sampan sebagai sarana transportasi,” ujar Abdul Hamid yang ditemui tengah berada di lokasi untuk mendata warganya.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun, Dusun Sebukit Rama dan Dusun Suap memang langganan banjir. Bahkan pada 2003 dan 2013, banjir pernah mencapai puncaknya sehingga banyak warga yang diungsikan.

“Dalam siklus 10 tahunan tersebut, tinggi air bisa mencapai atap rumah. Tapi untuk saat ini, air tidak terlalu tinggi dan warga kami sudah mulai terbiasa. Ini banjir kiriman dari perhuluan, ditambah lagi curah hujan agak tinggi kemarin. Untung saja, air laut tidak pasang,” jelasnya.

Ditanya apakah ada warga yang bakal diungsikan, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya masih terus memantau debit air. Sejauh ini, dirinya dan aparatur desa melihat belum saatnya warga diungsikan. Meski tinggi air naik 20 cm pada hari ini karena curah hujan tinggi, warga Dusun Sebukit Rama masih bisa mengatasinya.

“Yang diamankan paling barang-barang elektronik agar tidak rusak, dan aliran listrik yang tidak membahayakan warga setempat. Tapi kita akan terus memantau, semoga curah hujan tidak setinggi kemarin,” ujar Abdul Hamid.

Soal kerugian materiil, ia belum mendapat laporan dari ketua RT, RW maupun kepala dusun. Sebab warga Dusun Sebukit Rama yang paling parah terendam air, bukan lah bermatapencaharian petani, melainkan pemotong kayu hutan dan nelayan lokal air tawar.

“Tidak ada yang bercocok tanam, sehingga banjir menggenang, tentu mereka tak dirugikan karena matinya tanaman. Lain halnya dengan Dusun Suap, yang rata-rata petani, banjir ini bisa merusak tanaman padi, sawi, jagung dan lainnya,” ungkap Abdul Hamid.

Ketua Karang Taruna Patih Gumantar Desa Pasir, Tirmizi, ketika ditemui di lokasi banjir, membenarkan Dusun Sebukit Rama dan Dusun Suap menjadi langganan banjir tahunan. Apabila curah hujan di kawasan perhuluan tinggi, maka terjadi kiriman air ke dua dusun tersebut.

“Orang kami di sini bilang, Dusun Patih Gumantar tuh lubuk kuali. Artinya, curah hujan tinggi beberapa hari, langsung banjir. Biasanya kiriman dari kawasan perhuluan dan kami sudah terbiasa,” bebernya.

Bersama aparatur desa, Tirmizi menegaskan, Karang Taruna Patih Gumantar, terus melakukan pemantauan. Jika air semakin meninggi dan ada keputusan desa untuk mengungsikan warga, pihaknya siap membantu.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini