Kubu Raya,Kapuasrayatoday.com — Video beredar di media sosial yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta keberadaan bibit sawit di wilayah Sekunder C Dusun Suka Damai RT 01 RW 12 Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, mendapat klarifikasi dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Warga Sekunder C Dusun Suka Damai RT 01 RW 12 Desa Rasau Jaya Tiga memastikan narasi yang mengaitkan video Konten Kreator di Intagram salam.id dan beberapa akun Medsos lainnya tersebut dengan wilayah mereka tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Kepala Dusun, Suhendi, mengatakan benar memang ada kejadian kebakaran lahan (Karhutla) di wilayahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kebakaran yang digambarkan dalam video tersebut bukanlah lokasi yang ditampilkan dalam video yang dikaitkan dengan keberadaan bibit sawit itu kini beredar luas di media sosial.
Menurut Suhendi, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar tidak terjadi kesimpangsiuran mengenai Video maupun kejadian sebenarnya.
Suhendi juga secara khusus meminta kepada konten kreator yang pertama kali memviralkan video tersebut untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
Ia berharap konten kreator tersebut tidak hanya menyebarkan video, tetapi juga datang menemui warga untuk menjelaskan maksud dan tujuan memviralkan video tersebut serta memastikan lokasi sebenarnya dari video yang dibagikan.
“Kalau memang ada informasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat, silakan diklarifikasi. Datang dan temui warga, jelaskan maksud dan tujuan video itu diviralkan, supaya masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru,” ujar Suhendi.
Sementara itu, Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, turut menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan video tersebut dengan wilayah Rasau Jaya Tiga perlu diluruskan.
Pemerintah desa berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Klarifikasi juga disampaikan Masyarakat Peduli Api (MPA), Mukiran. Ia menjelaskan bahwa keberadaan bibit sawit yang terlihat dalam video tidak berkaitan dengan kegiatan penanaman sawit di lokasi kebakaran sebagaimana kesan yang muncul dari narasi yang beredar.
Bibit-bibit sawit tersebut merupakan bagian dari usaha pembibitan milik Bu Salim yang memang diperuntukkan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, warga menegaskan bahwa keberadaan bibit sawit tersebut tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan kebakaran lahan yang terjadi.
Warga Rasau Jaya Tiga berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat sekaligus mencegah informasi yang belum jelas kembali menimbulkan kesalahpahaman.
Di tengah persoalan karhutla yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti sebelum in membagikan konten yang berpotensi menimbulkan persepsi berbeda, terutama terkait lokasi dan konteks sebuah kejadian.
Suhendi kembali berharap konten kreator yang memviralkan video tersebut dapat hadir dan memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat Rasau Jaya Tiga.
Menurutnya, klarifikasi secara terbuka akan lebih baik agar persoalan ini tidak berhenti pada informasi yang beredar di media sosial tanpa penjelasan mengenai fakta sebenarnya. (tim liputan).
Editor : sudarno
