Sekadau.Kapuasrayatoday.com -
Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, S.H.M.H kembali menyampaikan agar anak-anak di kabupaten Sekadau yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan yang sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah jangan sampai putus di tengah jalan, karena hanya dengan pendidikan yang baik kita bisa maju dan berdaya saing kata Subandrio usai acara penerimaan mahasiswa PLP2 UPGRI Pontianak Senin 7 September 2026.
Menurut Suban, tidak ada rumusnya kalau kita tidak berpendidikan yang baik, kita bisa maju, contoh orang luar Negri mereka bisa pergi ke bulan, itu karena belajar teknologi. Oleh karena itu kita harus belajar agar mampu mengikuti jejak mereka, agar tidak ketinggalan jauh kata Wabup
Wabup mengingatkan zaman serba modern ini,selain berpendidikan,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif agar bermanfaat bagi sesama
Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau melalui bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT.
Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.
"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"kata Subandrio.
Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. A untuk (SD) ,B untuk (SMP) dan C untuk (SMA) semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.
"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," tutur Wabup.
Tidak dapat dipungkiri ,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang, angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya usia 50 + dan usia 60 +.
"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.
Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.
"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (dar/*).
