Airnya yang jernih dan sejuk menjadi daya tarik utama di tengah cuaca panas yang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Warga menyebut, keramaian di Air Batu Laverna seperti menandai dimulainya “drama air” setiap kali kemarau datang. Sumur dan sumber air di beberapa desa mulai berkurang, sehingga warga berbondong-bondong mencari tempat dengan aliran air yang masih deras.
Sejak pagi, pengunjung sudah terlihat membawa pakaian ganti, sabun, dan tikar. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat asyik bermain air dan mandi bersama keluarga.
“*Memang tiap kemarau pasti ramai ke sini. Airnya dingin, segar, dan gratis. Lumayan buat mandi sekalian rekreasi*,” ujar Udin salah seorang pengunjung.
Wisata Sekaligus Solusi Saat Kemarau
Air Batu Laverna memang sudah lama dikenal sebagai tempat wisata alam di Sanggau. Namun saat musim kemarau, fungsinya bergeser menjadi alternatif warga untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Pengelola dan warga sekitar mengimbau pengunjung agar tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas. Sampah diminta untuk dibuang pada tempatnya agar kelestarian sumber air tetap terjaga.
Dengan ramainya kunjungan ini, Air Batu Laverna kembali membuktikan perannya bukan hanya sebagai tempat wisata, tapi juga sebagai “penyelamat” warga di musim kemarau. (Cep)