Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi tanda dimulainya operasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Apel dipimpin langsung oleh *Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H.*
Turut hadir PJU Polres Sanggau, Pasiops Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf. Abdul Azis Siregar, Plt. Danki 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar Ipda Jefri Marpaung, perwakilan Jasa Raharja, personel Kodim 1204/Sanggau, Subdenpom XII/1-2 Sanggau, Dishub, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sanggau, serta personel gabungan Polres Sanggau dan Brimob.
*Tertib Lalu Lintas Tanggung Jawab Bersama*
Dalam amanat Kapolda Kalimantan Barat yang dibacakan Kapolres, Operasi Patuh Kapuas 2026 mengusung tema *“Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”*.
Tema ini menegaskan bahwa ketertiban di jalan raya bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
“Operasi Patuh bukan semata-mata tentang penindakan terhadap pelanggaran, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita semua. Masyarakat harus merasa terlindungi dan mendapatkan pelayanan yang humanis,” tegas AKBP Kadek Ary Mahardika.
Ia menyoroti masih tingginya perilaku berisiko seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, dan penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, operasi tahun ini akan mengedepankan langkah *preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara profesional, humanis, dan terukur*. Pendekatan edukatif menjadi prioritas.
*Evaluasi 2025 dan Target 2026*
Berdasarkan evaluasi Operasi Patuh Kapuas 2025 di wilayah Polda Kalbar, tercatat *6.204 pelanggaran* yang terdiri dari 2.235 penindakan tilang dan 3.969 teguran. Pada periode yang sama tercatat 14 kecelakaan lalu lintas dengan 12 orang luka berat dan 13 orang luka ringan, dengan korban meninggal dunia nihil.
“Tidak adanya korban meninggal dunia merupakan capaian yang harus dipertahankan. Namun, adanya korban luka berat maupun luka ringan tetap menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas belum boleh dianggap selesai. Ukuran keberhasilan operasi bukan hanya banyaknya pelanggaran yang ditemukan, tetapi bagaimana kepatuhan meningkat dan kecelakaan dapat ditekan,” ujar Kapolres.
*Digelar 14 Hari, Libatkan 510 Personel*
Operasi Patuh Kapuas 2026 akan dilaksanakan selama *14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026* di seluruh wilayah hukum Polda Kalbar. Sebanyak *510 personel* dilibatkan, terdiri dari 120 personel Satgas Polda Kalbar dan 390 personel dari Polres jajaran.
Personel diminta mengoptimalkan deteksi dini serta pemetaan terhadap lokasi yang berpotensi menjadi titik kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.
“Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, humanis dan berintegritas, termasuk melalui ETLE serta teguran simpatik dengan melibatkan instansi terkait. Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan, bukan sekadar untuk memberikan sanksi,” tegasnya.
“Jadikan masyarakat sebagai mitra. Hadirkan kepolisian yang memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Mari kita jadikan Operasi Patuh Kapuas 2026 sebagai momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan menciptakan ruang publik yang aman bagi seluruh pengguna jalan,” pungkas Kapolres. (Cep)