-->
    |

Warga desa Temanang dambakan ruas jalan Temanang - Ng.Pari - Manis Raya dapat dilalui kendaraan roda empat

SINTANG,Kapuasrayatoday.com -
Suatu daerah dikatakan maju dan berkembang apabila akses keluar masuk orang dan barang lancar. Untuk memplancar arus tersebut, infrastruktur jalan memegang peranan penting.

Terhambatnya arus orang dan barang sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.
Kepala desa Temanang kecamatan Sepauk kabupaten Sintang Leo Pelima kepada Kapuasrayatoday.com melalui pesan WhatsApp pada Senin siang (18/3) 2019 mengatakan,ruas jalan dari buluh kuning menuju Nanga Pari yang menghubungi desa Temanang menuju desa Manis Raya saat ini kondisinya sangat tidak layak untuk dilalui kendaraan.
"Jangankan kendaraan roda empat,sepeda motor saja tidak bisa lewat,hal itu di sebabkan selain karena jembatan sungai Sepauk yang kondisinya rusak parah, ruas jalan yang tidak terawat tersebut memang susah untuk dilalui kendaraan" ucapnya.

Lebih lanjut Leo Pelima mengatakan, sesuai hasil koordinasinya dengan dinas PUPR kabupaten Sintang beberapa waktu lalu,ruas jalan tersebut mendapatkan anggaran melalui APBD kabupaten Sintang tahun anggaran 2019 sebesar  2,3 M.

Menurutnya,anggaran tersebut bila dibandingkan dengan ruas jalan dan tingkat kerusakannya sangat tidak memadai,namun ia berharap ada kelanjutan pada tahun angaran berikutnya.

"Kita paham betul bahwa anggaran daerah kabupaten sintang tidak akan mampu mengakomodir peningkatan perbaikan ruas jalan  tersebut, tentu harapan kami sebagai warga masyarakat, pemerintah pusat bisa membantu mempercepat pembanguan infrastruktur yang menjadi penghabat perkembangan kemajuan ekonomi masyarakat pedesaan" kata Pelima.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini jalan yang mejadi tanggung jawab desa sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. namun terkendala jalan utama yang menjadi tanggung jawab  pemerintah kabupaten seperti jalan penghubung antar desa antar kecamatan yang status jalannya  belum jelas.ia juga berharap agar pemerintah kabupaten Sintang dapat kiranya mengimbau kepada perusahaan perkebunan yang ada diwilayahnya untuk serius melakukan perawatan jalan dan jembatan yang ada,supaya bisa dilalui bersama.

Pelima menceritakan, saat ini jika ada undangan rapat baik ke kecamatan Sepauk maupun ke kabupaten Sintang, ia terlebih dahulu harus melalui jalan Ex PT Kayu Lapis Indonesia sampai ke Simpang Empat Desa Ginis Tekam kecamatan Sekadau hilir,baru kemudian melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Sintang. Selain jaraknya yang jauh,waktu tempuh juga semakin lama. tutupnya.

Penulis.  : Sudarno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini