-->
    |

28 Desa di Mempawah Rawan Karhutla, Kades Didorong Gencarkan Edukasi Masyarakat

Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Pemkab Mempawah. (foto: Suarakalbar.co.id)
Mempawah, Kapuasrayatoday.com-Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, memimpin rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Bupati Mempawah, Selasa (14/7/2020).

Dalam rapat yang dihadiri lintas sektoral tersebut, wabup menyampaikan beberapa arahan guna mengantisipasi karhutla di musim kemarau yang diprediksi terjadi akhir Juli 2020.

Diantaranya, meminta seluruh pihak harus siap mengantisipasi terjadinya karhutla. Meningkatkan sinergi dan koordinasi antara pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, masyarakat dan pelaku usaha perkebunan guna mencegah kebakaran. Serta menyatukan persepsi terkait upaya bersama dan saling membantu menurunkan angka karhutla di Kabupaten Mempawah.

“Jangan sampai terjadi karhutla seperti tahun lalu, ketika itu 1.250 hektare lahan gambut di daerah kita terbakar dan sulit dipadamkan. Bahkan ada satu bangunan sekolah ikut menjadi korban. Karena itu, kita harus berkomitmen agar karhutla dapat diminimalisir, bahkan kalau memungkinkan Kabupaten Mempawah zero karhutla,” tegas dia.

Muhammad Pagi menyebut, pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Tetapi perlu upaya bersama dan solid seluruh pihak. Bahkan ia menilai upaya pencegahan lebih baik dan efektif dilakukan karena lebih hemat biaya bila dibanding penanganan karhutla.

“Penanggulangan karhutla memerlukan biaya yang tidak sedikit. Alangkah baiknya, kita lebih memilih melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini sebelum kebakaran semakin meluas. Karena jika sudah terjadi karhutla, maka dampaknya sangat merugikan. Selain memicu ISPA, sektor lainnya juga pasti akan terkena imbas,” ungkap dia.

Kepada kepala desa, diminta Muhammad Pagi, terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakatnya masing-masing agar ikut berperan aktif mencegah karhutla.

“Saya juga minta kepada Dinas Pertanian terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan cara-cara modern dalam pembukaan lahan, tidak lagi menggunakan api,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, Hermansyah, menyampaikan laporan tentang penanganan karhutla. Ia menyebut ada 28 desa di Kabupaten Mempawah yang rawan kebakaran lahan. Berdasarkan catatan BPBD, kurun waktu 2020 tepatnya Maret-April sudah terjadi kebakaran di 5 kecamatan dengan luas area mencapai 79 hektare.
“Upaya yang kita lakukan adalah bersinergi dengan berbagai pihak guna meminamilisir karhutla. Kemudian membentuk kelompok masyarakat peduli api di 4 desa dan akan menyusul di daerah lainnya. Selain itu ada pembuatan sekat kanal yang dilakukan Badan Restorasi Gambut, namun jumlahnya masih terbatas,” ungkap dia.

Rapat penanganan karhutla diikuti unsur Forkorpimda, OPD terkait, instansi vertikal seperti BMKG dan Manggala Agni, camat dan kades.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini