-->
    |

Masyarakat Mulai Khawatir Akan Terjadi Karhutla 2020

Ilustrasi hutan. (foto: Suarakalbar.co.id)
Pontianak, Kapuasrayatoday.com - Masalah kebakaran hutan dan lahan memang menjadi masalah tahunan. Banyak dampak-dampak yang ditimbulkan apabila Karhutla kembali merebak.


Salah satunya Eliana, warga Jalan Kom Yos Sudarso ini mengkhawatirkan akan efek terjadinya Karhutla di tahun 2020 ini.
"Jangan sampai terjadi kebakaran parah, bahaya banyak dampaknya," ujar Eliana kepada suarakalbar.co.id , (4/7/2020).


Ia takut apabila Karhutla di Kalbar terjadi tahun ini otomatis banyak mengganggu aktivitas, dan juga tentunya kesehatan.


"Kalau sampai Karhutla terjadi secara besar ditahun ini,kan banyak aktivitas yang terganggu seperti mencari nafkah, anak-anak bersekolah kan juga menjadi terganggu. Yang utama sih asapnya,dapat mengganggu kesehatan jika terlalu pekat menghirupnya," beber Eliana.
Ia berharap untuk kedepannya pemerintah lebih memperhatikan masalah Karhutla yang ada di Kalbar,dan menindak tegas para pelaku yang masih tidak peduli akan dampak dari pembakaran tersebut.

"Kalau bisa ya pemerintah lebih fokus ke masalah ini, karena ini memang tiap tahun masalah Kalbar. Beri sanksi tegas ke pelaku yang tak memikirkan masyarakat yang terkena dampak dari pembakaran itu," tegas Eliana.
Demikian pula dengan Uun, warga Jalan Karet yang sangat berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah tahunan itu.
"Tiap tahun ada kebakaran hutan, asap mengepung sampai warga banyak yang sesak. Aktifitas terganggu. Semoga pemerintah bisa mengatasi hal ini," urainya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Kalimantan Barat menuturkan memang kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan dan merupakan masalah tahunan.
"Kita tetap mengutamakan pencegahan ya ataupun tindakan preventif agar tidak terjadi kebakaran,jadi kita fokus kepada tindakan pencegahan," ujar Ria Norsan.

Norsan mengatakan, dampak yang ditimbulkannya akibat pembakaran baik disengaja maupun tidak disengaja sangat-sangat merugikan masyarakat.

"Dampak yang ditimbulkannya kebakaran hutan dan lahan yakni kerusakan ekonomi masyarakat, menurunnya keanekaragaman hayati,dan terutama asap dari pembakaran lahan dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas kehidupan bermasyarakat," terang Norsan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan juga pemilik lahan perkebunan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang parah ditahun 2020 ini.

"Kita mengadakan sosialisasi kepada masyarakat juga kepada kosensi perkebunan supaya tidak membuka lahan dengan membakar, kita sampaikan ada sanksinya," pungkas Norsan.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini