-->
    |

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran Kembali Beroperasi Setelah Jeda 2 Pekan

Reaktor nuklir utama Iran, Bushehr, 1.200 kilometer selatan Teheran, 21 Agustus 2010.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran telah dihidupkan kembali, kata manajernya, Senin pagi (5/7), setelah dua pekan mati menyusul laporan yang saling bertentangan mengenai operasi pemeliharaan rutinnya.


"Kesalahan teknis" yang mematikan pembangkit Bushehr dan reaktor 1.000 megawattnya di pantai selatan Iran "telah diperbaiki", kata Mahmoud Jafari, yang juga wakil kepala Organisasi Tenaga Atom Iran (AEOI), kepada kantor berita ISNA.

Perbaikan tersebut memungkinkan pembangkit itu untuk melanjutkan produksi listriknya.

Jafari mengatakan pembangkit listrik itu telah dioperasikan kembali sejak Minggu (4/7). Ia meminta rakyat Iran untuk meminimalkan konsumsi listrik mereka mengingat pembangkit itu telah beroperasi berlebihan dan kemungkinan terjadinya kenaikan suhu dalam beberapa hari mendatang.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dibangun oleh Rusia dan secara resmi diserahkan ke Iran pada September 2013.

Sejumlah perusahaan Rusia dan Iran sejak 2016 juga telah mulai membangun dua reaktor tambahan berkapasitas 1.000 megawatt. Proses konstruksi kedua reaktor itu diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun.Pada 20 Juni, AEOI menyebut "kesalahan teknis" sebagai penyebab penghentian operasi pembangkit Bushehr dan mengatakan telah memberitahu kementerian energi satu hari sebelum offline.

Tetapi kementerian luar negeri Iran pada saat itu menggambarkan penghentian operasi itu sebagai kegiatan ]rutin, dengan mengatakan bahwa itu dilakukan sekali atau dua kali setiap tahun.

Penghentian operasi Bushehr telah menimbulkan kekhawatiran tentang pemadaman listrik yang lebih buruk setelah serangkaian pemadaman listrik terjadi di Iran. Pemadaman listrik biasa terjadi selama musim panas di Iran, ketika penggunaan AC melonjak.

Sejak akhir Mei, kementerian energi secara teratur memberi tahu warga tentang potensi pemadaman listrik yang berlangsung setidaknya dua jam sehari.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini