-->
    |

Taliban Tahan Pimpinan Jaringan TV Swasta

Seorang kameramen merekam pembawa berita dalam menjalankan tugasnya di studio Tolo News di Kabul, Afghanistan, pada 18 Oktober 2015.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com -  Keberadaan seorang pemilik stasiun televisi Afghanistan terkemuka masih belum diketahui, sehari setelah ia ditahan oleh Taliban pada Minggu (26/12), demikian pernyataan Roman Noori, putra dari sang eksekutif tersebut.

Menurut Roman Noori, ayahnya – Mohammad Arif Noori – pendiri dan pemilik Noorin TV yang merupakan salah satu jaringan televisi swasta berpengaruh di Afghanistan, ditangkap di rumahnya di Kabul pada Minggu (26/12) siang.

Roman Noori menuduh pasukan Taliban “menyerbu” dan menggeledah rumah keluarga mereka tanpa surat perintah pengadilan, sebelum membawa ayahnya ke lokasi yang hingga kini belum diketahui.

“Kami tidak mendengar apapun dari Arif Noori dalam hampir 24 jam dan pihak berwenang tidak memberi informasi apapun pada kami,” ujar Roman Noori dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Senin (27/12).

Motif penangkapan Arif Noori masih belum pasti. Namun juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pada Asosiasi Jurnalis Independen Afghanistan (AIJA) bahwa penangkapan itu tidak terkait dengan aktivitasnya di media, demikian petikan pernyataan AIJA yang dikirim pada VOA.

The Committee to Project Journalists (CPJ) menyerukan pembebasan Arif Noori segera dan tanpa syarat. Dalam sebuah pernyataan CPJ mengatakan puluhan laki-laki bersenjata yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota milisi yang berafiliasi dengan polisi distrik yang dikuasai Taliban di Kabul telah menyerbu rumah Arif Noori dan menahannya.

“Penahanan pemilik media Arif Noori oleh milisi yang berafiliasi dengan Taliban menandai serangan serius terhadap media independen di Afghanistan,” ujar Koordinator CPJ Asia Steven Butler dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Mohammad Arif Noori.

Mengutip Kashif Noori, salah seorang anak lainnya, CPJ mengatakan Noorin TV telah beroperasi sejak dekade terakhir tetapi menghentikan programnya minggu ini karena masalah teknis.

Mohammad Arif Noori dikenal sebagai pendukung kelompok anti-Taliban yang dipimpin Ahmad Massoud, yang memerangi pasukan Taliban di lembah asalnya di Panjshir, di utara Kabul, sebelum diserbu pada awal September lalu.

Menurut AIJA, sedikitnya 31 wartawan telah ditangkap atau ditahan oleh Taliban sejak mereka mengambilalih kekuasaan pertengahan Agustus lalu.Wartawan foto Mortaza Samad ditangkap September lalu saat meliput demonstrasi sejumlah perempuan di kota Herat dan ditahan selama beberapa minggu.

Pekan lalu wartawan untuk outlet independen Ufuq News, Jawed Yusufi, ditikam oleh tiga laki-laki tidak dikenal di bagian barat Kabul dan mengalami luka parah; demikian menurut pimpinan outlet yang juga pendukung media lokal.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban telah menghancurkan media di Afghanistan. Sebuah survei AIJA dan Reporters Without Borders yang dirilis minggu lalu diketahui bahwa sedikitnya 40 persen outlet media di Afghanistan telah tutup dan lebih dari 80 persen wartawan perempuan kehilangan pekerjaan selama empat bulan terakhir ini.(VOA)






Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini