-->
    |

AS Dakwa Tersangka Pembunuh Presiden Haiti

Foto polisi Republik Dominika Rodolphe Jaar, tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Rodolphe Jaar, usia 49 tahun, seorang pengusaha Haiti yang berkewarganegaraan ganda – Haiti dan Chili – pada Kamis (20/1) didakwa di pengadilan federal Amerika di Miami sehubungan dengan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise.

Jaar dituduh “berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan atau penculikan di luar Amerika, dan memberikan dukungan materi yang mengakibatkan kematian, mengetahui atau bermaksud agar dukungan materi yang diberikan akan digunakan untuk mempersiapkan atau melaksanakan konspirasi untuk membunuh atau menculik.”

Moise ditembak dan dibunuh di dalam kediamannya di pinggiran kota Port-au-Prince pada dini hari 7 Juli 2021. Istrinya, Martine, luka-luka akibat serangan itu dan dilarikan ke Miami untuk menjalani perawatan.Hakim Lauren Louis di pengadilan distrik untuk distrik selatan Florida mengatakan kepada terdakwa, jika terbukti bersalah, Jaar menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup.

Jaar, yang dihadirkan lewat Zoom karena pembatasan sosial terkait Covid-19, telah dipindahkan dari Republik Dominika ke Miami pada Rabu sore (19/1), ujar Asisten Jaksa Amerika Walter Norkin dalam persidangan itu. Jaar mengenakan seragam penjaga berwarna krem dan diborgol. Empat petugas penegak hukum dan dua terdakwa lain juga berada di ruangan itu.

Menurut pengaduan yang dilihat VOA, Jaar menyediakan rumah bagi 20 orang Kolombia yang memiliki pengalaman militer dan direkrut untuk melaksanakan surat perintah penangkapan Moise.

Jaar menjawab pertanyaan-pertanyaan para juri dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan tidak mendapat penghasilan apapun selama enam bulan, tidak memiliki rekening bank, real estate, aset atau kendaraan di Amerika; dan bahwa ia memiliki sekitar $2.000 di sebuah rekening bank di Haiti.Hakim Lauren Louis menunjuk seorang pengacara bagi Jaar. Pengacara Joaquin Padilla akan mewakilinya saat ini. Padilla meminta hakim memberinya waktu beberapa hari untuk berbicara dengan kliennya sebelum melanjutkan sidang. Permintaan itu dikabulkan.

Asisten Jaksa Amerika Walter Norkin menilai Jaar seharusnya ditahan tanpa jaminan, dengan catatan ia tidak memiliki status hukum di Amerika dan memiliki catatan kriminal.

Media Amerika melaporkan Jaar bekerja sebagai informan Drug Enforcement Administration DEA setelah ditangkap di selatan Florida pada 2013. FBI belum mengkonfirmasi hal ini ketika ditanya VOAHakim menanyakan pada Norkin apakah kantor konsulat Haiti telah diberitahu tentang penahanan Jaar. Ia menjawab “belum,” dan diperintahkan untuk melakukannya pada Jumat (21/1).

VOA Creole menghubungi Kedutaan Besar Haiti di Washington untuk menanyakan tentang pemberitahuan itu. Mereka menjawab Duta Besar Bocchit Edmond belum akan memberi komentar karena penyelidikan sedang berlangsung.

Jaar baru akan dijadwalkan hadir dalam sidang pendahuluan berikutnya pada 26 Januari. Juga sidang dakwaan pada 27 Januari.

Haiti telah mendakwa lebih dari 40 orang terkait pembunuhan Moise. Sebagian ditahan di Haiti, satu orang meninggal karena infeksi COVID-19 selama berada di tahanan, dan lainnya dibebaskan karena tidak cukup bukti yang memberatkan mereka.(VOA)








Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini