-->
    |

Didgeridoo Bantu Pemulihan Pasien di RS Anak-Anak

Seorang pria Aborigin memainkan alat musik tradisional "didgeridoo" di depan Gedung Opera Sydney, Australia, 27 November 2013. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com -
Seorang musisi Australia menggunakan alat musik tiup tradisional didgeridoo sebagai terapi untuk menolong pasien anak-anak di rumah sakit untuk mengalami penyembuhan spiritual, ketenangan dan relaksasi. Terapi musik ini sedang diuji coba di Rumah Sakit Centenary bagi Perempuan dan Anak-Anak di Canberra.

Suara salah satu alat musik tiup tradisional Australia menggantikan bunyi dengung perangkat mesin di rumah sakit.

Cooper, 14 tahun, sedang dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu setelah mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan kaki dan panggulnya patah.

Bagi orang tuanya, waktu selama berminggu-minggu itu terasa seperti tak pernah usai. Rob, ayah Cooper mengatakan, "Perlu waktu cukup lama, lebih dari sebulan untuk melihat sebuah senyuman lagi. Jadi setiap kali kami melihatnya tersenyum, itu sangat menyenangkan."

Usai mengikuti sesi mendengarkan didgeridoo, Cooper mengatakan,"Luar biasa, saya sangat menikmati saat mendengarkannya."

Getaran suara didgeridoo akan memenuhi bangsal anak-anak dalam beberapa bulan mendatang. Roy Peterson, pemain didgeridoo tersebut, mengatakan, "Bagi saya, ini menyembuhkan saya. Ini menyembuhkan saya untuk menyembuhkan orang lain."

Gagasan menyediakan sesi musik ini datang dari Tina Bracher, mantan direktur utama rumah sakit tersebut, dengan sedikit bantuan dari yayasan rumah sakit Canberra.

Bracher mengatakan, "Permainan didgeridoo yang tenang dan lembut ketika kita berjalan melewati pasien-pasien yang sakit parah dan anggota keluarga yang cemas, sangat menenangkan keluarga-keluarga itu."

Ia meyakini bahwa musik dapat membuat orang merasa nyaman walau berada di dalam lingkungan yang steril.

Bonnie McConnell, dari Jurusan Musik Universitas Nasional Australia, mengatakan, "Bunyi mesin-mesin di rumah sakit, orang-orang di rumah sakit, membuat kita merasa gelisah, dapat menyebabkan stres, dan benar-benar dapat memperlambat proses pemulihan."

Bunyi didgeridoo mungkin cocok bagi seseorang, tapi pasien lainnya mungkin dapat sembuh karena musik lainnya, seperti rap. Kuncinya adalah membantu pasien merasa terhubung dengan orang lain dan untuk mengalihkan perhatian.

Bonnie McConnell menambahkan, "Musik dapat mengalihkan kita dari perasaan negatif menjadi perasaan positif."

Bunyi didgeridoo merupakan hal yang menyenangkan bagi Cooper yang dapat tersenyum walau proses penyembuhannya masih panjang. Cooper mengatakan, ia mungkin akan selalu mengingat alat musik ini.

Bagi sebagian orang, didgeridoo sekadar alat musik, sedangkan bagi sebagian lainnya, itu merupakan suara untuk pemulihan yang menyenangkan. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini