-->
    |

Demokrat AS Paparkan Rencana Perlindungan Sosial Besar-Besaran

Seorang tunawisma di tendanya bersama sejumlah tunawisma lainnya di Queens, New York, 14 April 2021. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Faksi Demokrat di Senat Amerika Serikat (AS), Senin (9/8), mengajukan sebuah proposal bernilai $ 3,5 triliun yang akan memperluas peran pemerintah dalam kehidupan jutaan warga AS.

Rencana itu kebanyakan merangkul janji-janji kampanye Presiden Joe Biden untuk memberi warga miskin sebuah peluang bergabung ke dalam kelas menengah AS. Proposal itu juga akan memperluas layanan pemerintah dalam bentuk berbagai program yang sudah ada maupun yang baru.

Proposal tersebut akan menyediakan sekolah yang bebas pungutan pra-taman kanak-kanak pada usia 3-4 tahun dan dua tahun kuliah di community college yang juga bebas biaya bagi lulusan SMA.

Untuk warga manula, rencana itu akan menaikkan belanja pemerintah federal terhadap tunjangan layanan kesehatan, mencakup perawatan gigi, penglihatan, dan pendengaran.

Rencana Demokrat yang dikecam para anggota Partai Republik itu dinilai terlalu mahal dan digambarkan sebuah program yang mirip dengan negara sosialis.

Namun, program itu juga akan melakukan investasi untuk memerangi perubahan iklim, mengubah undang-undang imigrasi federal, serta menurunkan harga obat resep.

Faksi Demokrat di Senat menyatakan program tersebut akan didanai dengan pajak yang lebih tinggi atas sejumlah perusahaan dan mereka yang berpendapatan di atas $400 ribu per tahun. Hal itu juga ditentang oleh anggota Republik karena dapat menghapus beberapa potongan pajak yang diberlakukan semasa pemerintahan Trump.

Proposal belanja baru tersebut merupakan tambahan pada paket infrastruktur senilai $1 triliun untuk perbaikan jalan dan jembatan; internet broadband; serta perluasan kereta dan transit yang sudah hampir diloloskan oleh Senat AS.

Senat kemungkinan akan meloloskan langkah infrastruktur dengan dukungan penuh dari Demokrat dan sekitar sepertiga dari blok Republik di Senat, sebelum mengirimnya ke DPR, dimana beberapa Demokrat mengeluhkan, paket itu terlalu kecil dan prospek diloloskannya rancangan undang-undang (RUU) tersebut masih belum pasti.(VOA)



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini